Berita Utama Otomotif
Hindari Kesalahan Fatal! Inilah Cara Merawat Transmisi Mobil Matic agar Tidak Cepat Rusak
Transmisi otomatis pada mobil matic memang dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih saat berkendara. Namun, banyak pengguna yang sering melakukan kesalahan dalam perawatannya sehingga menyebabkan kerusakan pada transmisi lebih cepat dari yang seharusnya. Artikel ini akan membahas beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pengemudi mobil matic serta tips perawatan yang bisa kamu terapkan agar transmisi mobil tetap awet dan berfungsi dengan baik.
Kesalahan Umum Pengguna Mobil Matic
Salah satu kesalahan yang sering terjadi pada pengguna mobil matic adalah tidak mengganti oli transmisi secara rutin. Oli transmisi memiliki peran penting dalam menjaga performa transmisi agar tetap halus dan tidak overheat. Pada beberapa jenis mobil, terutama mobil Eropa dan Amerika, terdapat mitos bahwa mengganti oli transmisi dapat menyebabkan kotoran rontok dan membuat transmisi slip.
Faktanya, membiarkan oli matic kotor dan tidak diganti malah dapat merusak transmisi secara perlahan. Jika kamu sudah menempuh jarak 50-60 ribu kilometer, sangat disarankan untuk segera mengganti oli transmisi sebelum kondisinya semakin buruk.
Baca Juga : Diesel vs Bensin, Mana yang Lebih Irit dan Efisien di Era Modern?
Mengabaikan Kondisi Oli Transmisi
Mobil yang oli transmisinya sudah sangat kotor dan gosong, tetapi masih berfungsi normal, sebenarnya hanya bekerja berdasarkan gaya gesek dari kotoran oli yang ada. Dalam kondisi ini, kopling asli mobil sudah tergerus habis dan kendaraan hanya bergantung pada sisa-sisa kotoran oli untuk tetap berjalan. Kondisi seperti ini sangat berbahaya karena transmisi bisa sewaktu-waktu mengalami kerusakan total. Oleh karena itu, ganti oli transmisi secara teratur untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Kebiasaan Mengemudi yang Merusak Transmisi
Selain perawatan oli, kebiasaan mengemudi yang salah juga menjadi penyebab utama kerusakan pada transmisi otomatis. Beberapa kebiasaan buruk yang perlu kamu hindari adalah:
1. Memindahkan Tuas dari D ke N Saat Berhenti di Lampu Merah
Banyak pengemudi yang berpikir bahwa memindahkan tuas dari posisi D (Drive) ke N (Neutral) saat berhenti di lampu merah dapat menghemat bahan bakar atau mengurangi beban pada transmisi. Padahal, terlalu sering melakukan hal ini justru dapat mempercepat kerusakan kopling maju pada transmisi. Terutama jika kamu sering mengganti posisi dari D ke N dan kembali lagi ke D dalam waktu singkat. Kebiasaan ini membuat kopling bekerja lebih keras dan cepat aus.
2. Tidak Menggunakan Gigi yang Tepat Saat Menanjak
Ketika menghadapi tanjakan, banyak pengemudi yang hanya menggunakan posisi D tanpa memperhatikan gigi yang lebih rendah seperti 3/D3, 2/D2, atau bahkan 1/L. Padahal, posisi D pada transmisi otomatis tidak selalu memberikan torsi yang cukup untuk menanjak, terutama di tanjakan curam. Menggunakan gigi rendah di tanjakan tidak hanya mempermudah mobil dalam menanjak, tetapi juga menjaga oli transmisi agar tidak cepat panas dan overheat.
3. Burnout di Posisi N ke D
Burnout, atau menahan gas dalam posisi N dan kemudian memindahkan tuas ke D secara tiba-tiba, adalah salah satu cara tercepat untuk merusak transmisi otomatis. Pada mobil manual, burnout mungkin hanya akan merusak kampas kopling yang biayanya tidak terlalu mahal untuk diganti. Namun, pada mobil matic, kerusakan yang ditimbulkan bisa jauh lebih serius, termasuk pada komponen forward gear yang sangat mahal untuk diperbaiki.
Tips Merawat Transmisi Matic dengan Baik
Untuk menjaga transmisi otomatis mobil kamu agar tetap awet, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
1. Ganti Oli Transmisi Secara Teratur
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, oli transmisi memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kelancaran kinerja transmisi. Pastikan untuk mengganti oli transmisi secara teratur, sesuai dengan rekomendasi pabrikan atau setiap 50-60 ribu kilometer. Jangan menunggu sampai oli menjadi kotor dan gosong.
2. Hindari Memindahkan Tuas dari D ke N Terlalu Sering
Jika kamu terjebak di lampu merah yang cukup lama, memang disarankan untuk memindahkan tuas ke N jika berhenti lebih dari 2-3 menit. Namun, jika kamu hanya berhenti sebentar, lebih baik tetap di posisi D dan menahan rem. Hal ini akan mengurangi beban kerja kopling maju dan memperpanjang umur transmisi.
3. Jangan Pindahkan Persneling ke Netral Saat Meluncur di Turunan
Khusus untuk mobil dengan transmisi CVT, memindahkan persneling ke netral saat meluncur di turunan adalah kesalahan besar. Ini dapat membuat pulley CVT berputar sangat cepat tanpa pelumasan yang memadai, dan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada transmisi.
4. Perhatikan Kondisi Radiator dan Oil Cooler
Pastikan radiator dan oil cooler berfungsi dengan baik untuk menjaga suhu oli transmisi. Kebocoran pada radiator yang tidak segera diperbaiki dapat menyebabkan oli transmisi cepat panas, yang akhirnya berdampak pada kerusakan komponen dalam transmisi.
5. Gunakan Rem Tangan dengan Benar
Ketika parkir di tempat yang menanjak atau menurun, selalu pasang rem tangan terlebih dahulu sebelum memindahkan tuas ke posisi P. Ini akan membantu mengurangi beban pada gigi pengunci transmisi dan mencegah kerusakan pada komponen tersebut.
Baca Juga : Kenali Tanda Ball Joint Rusak pada Nissan X Trail Kamu
Kesimpulan
Perawatan transmisi otomatis sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, asalkan kamu memahami cara merawatnya dengan baik. Mengganti oli secara rutin, menghindari kebiasaan buruk saat mengemudi, serta memperhatikan komponen pendukung seperti radiator dan oil cooler adalah beberapa langkah penting yang dapat kamu lakukan untuk memperpanjang umur transmisi mobil maticmu. Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang perawatan mobil lainnya atau sedang mencari mobil baru, kunjungi SEVA untuk mendapatkan informasi terkini.
Dengan perawatan yang tepat, transmisi otomatis mobilmu akan tetap responsif dan bertenaga meski sudah berusia puluhan tahun. Jangan biarkan kesalahan kecil membuatmu harus mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan!