Tips & Rekomendasi
Seberapa Penting Menggunakan Sunroof Atau Panoramic Roof? Ini Kata Ridwan Hanif
Panoramic roof menjadi salah satu fitur pada mobil yang saat ini banyak ditemukan. Lantas, apa bedanya dengan sunroof?
Panoramic roof lagi tren dan banyak digandrungi oleh kalangan pecinta otomotif. Ini juga yang membuat beberapa brand otomotif untuk memproduksi kendaraan terbarunya dengan tambahan fitur satu ini.
Kalau kamu sendiri bagaimana, lebih suka mobil dengan panoramic roof atau tidak? Dan sebenarnya, apa sih bedanya panoramic roof dengan sunroof?
Kalau Ridwan Hanif Rahmadi justru lebih suka mobilnya memiliki panoramic roof daripada sunroof. Alasannya, panoramic roof bikin suasana di dalam mobil lebih terang. Mengenai ini disampaikan pengamat otomotif tersebut di salah satu unggahan fotonya pada akun resmi Instagram @ridwanhr, Jumat (8/12).
Baca juga: Mencegah Sunroof Mobil Bocor, Apa Saja yang Harus Dicek?
“Diskusi Yuk, menurut kalian penting nggak sih mobil punya Sunroof atau Panoramic roof? tanya Ridwan di awal keterangan unggahan fotonya.
“Mulai dari gue ya, kalau menurut gue sebenernya nggak essential, tapi kalau ada menyenangkan karena kabin jadi terang dan mobil jadi terasa lebih mahal. Apalagi pas tahu kalau harga pasang Sunroof sendiri di tempat aksesoris harganya wadiwaw,” lanjut Ridwan
“Gue kebetulan tipe orang yang suka buka Panoramic roof biar interior terang, makanya wajib kudu harus tuh dikasih kaca film,” kata Ridwan lagi.
Baca juga: Kotoran pada Evaporator Mobil Dibiarkan Menumpuk, Bisa Membuat AC Tidak Dingin?
Keduanya sama-sama merupakan jenis kaca atap yang terdapat pada mobil. Dua fitur ini juga memiliki fungsi yang sama, yakni agar penumpang bisa menikmati pemandangan di luar mobil, terutama di bagian atas (langit). Tapi cara kerja fitur ini berbeda. Simak penjelasannya di bawah ini ya.
Apa itu sunroof?
Dulu fitur ini digunakan sebagai teknologi ventilasi bus kota, dimana udara bebas mengalir melalui ventilasi tersebut. Ini adalah atap surya yang terbuat dari kaca di mana panel kacanya dibuat bisa bergerak terbuka, layaknya jendela. Dengan begitu memungkinkan udara dan cahaya segar masuk ke dalam kompartemen (kabin) penumpang.
Cocok banget diaplikasikan saat berkendara di daerah pegunungan bercuaca cerah. Atau dalam penggunaannya sehari-hari, pengguna mobil bisa memanfaatkannya sebagai sirkulasi udara, jadi tak hanya mengandalkan jendela yang berpotensi polusi udara masuk lebih besar.
Baca juga: Pro dan Kontra Masa Berlaku SIM Seumur Hidup
Kalau bentuk, ukuran, dan gaya sunroof sih beragam, sesuai dengan pabrikan kendaraan. Sementara untuk pengoperasiannya sama-sama bisa secara manual atau juga dengan motor listrik (remote).
Panoramic roof
Jenis kaca atap mobil ini sering juga sering disebut panorama roof. Ukuran kacanya cukup besar, bahkan bisa sebesar atap mobil itu sendiri.
Kaca pada panoramic roof tidak bisa bergerak, tapi fitur ini dilapisi dengan panel penutup yang bisa digeser sehingga penumpang bisa memilih suasana pemandangan yang lebih luar ke arah atas. Kamu juga bisa menutupnya secara total di kala cuaca sedang panas ekstrem.
Baca juga: Kaca Mobil Pecah, Berapa Biaya Gantinya?
Beda dengan sunroof yang tidak memiliki panel penutup sehingga sinar matahari rentan masuk di kala siang. Dan umumnya kaca pada panoramic roof mampu menahan sinar ultraviolet sehingga kabin tidak terasa panas.
Soal sinar dan panas matahari ini sebenarnya masih bisa diatasi dengan kaca film. Seperti yang disarankan Ridwan, “Makanya wajib kudu harus tuh dikasih kaca film.”
Jadi, baik itu panoramic roof atau sunroof sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Pilihannya menyesuaikan kebutuhan kamu.